Keluar kost-an paling akhir di antara penghuni kamar lainnya, aku menemui teras depan sudah beralas terpal. Pun, kutemui dua orang tukang bangunan di halaman. Ngapain mereka? Apakah Ibu Kost ingin memperindah rumahnya jelang Ramadhan? Siapa tahu ada acara buka puasa bersama keluarga besar atau mengundang rekan kerja.
Sebidang tembok pemisah dengan bakal rumah tetangga dalam proses pengacian. Rupanya ketika rumah tetangga dibobok temboknya (ganti tembok baru), tembok rumah Ibu Kost ikutan kena. Barangkali, hasil omong-omong antarpemilik rumah, disepakati tembok rumah Ibu Kost diperbaiki sebagai bentuk tanggung jawab pemilik rumah sebelah.
Melihat gelaran terpal di depan mata, langkahku sontak terhenti. Aku nge-freeze dengan tangan masih memegang handle pintu. Gimana lewatnya, ya? Nggak apa-apa-kah kalau terpalnya kuinjak? Buru-buru "jalan" nih! Tak lama lagi taksi sampai untuk menjemputku.
"Maaf, Pak, ini boleh diinjak?"
Aku bertanya lebih dahulu sekadar memastikan langkah kakiku tidak bikin orang lain mengulang pekerjaan atau di-complain oleh si pemberi kerja.
Pak tukang membolehkan. Tanpa ada syarat. Pokoknya jalan aja.
Hati-hati, berjalan aku di atas terpal.
Aku melintasi gelaran terpal nan lebar dengan aman. Tak lama kemudian, kusambut taksi yang hendak mengantar ke tujuan.[]

0 comments:
Posting Komentar