PENAMAAN TOKOH DI DALAM AROMA KARSA

Juli 18, 2020

Pemberian nama tokoh menjadi elemen yang penting pada setiap karya fiksi. Pada novel, misalnya, pemberian nama tokoh memiliki beragam peranan seperti mendukung penokohan (karakter tokoh) dan latar belakang sosial. 

Berdasar pengalaman pribadi setiap kali terlibat di dalam proses berfiksi, urusan memberi nama tokoh dibilang gampang-gampang-susah. Saya sampai merasa perlu membolak-balik halaman kamus Jawa Kuna-Indonesia atau buku-buku berisi nama-nama bayi. Nyarinya jelimet mirip berburu nama untuk anak.

Prosesnya belum berhenti ketika sudah nemu beberapa calon nama. Langkah berikutnya adalah cocokologi, apakah nama-nama tersebut sesuai sebagai pribadi yang independen maupun yang berelasi dengan tokoh-tokoh lainnya. Lagi, apakah nama-nama yang terpilih memiliki keterkaitan dengan unsur-unsur pembentuk karya fiksi.

Pada Aroma Karsa, nama-nama tokoh seperti Tanaya Suma, Jati Wesi, Raras Prayagung, Sudjatmiko beraroma lokal. Dee Lestari memilihnya tidak hanya sekadar lucu, unik, beda dengan yang lain, bagus, tetapi memperhitungkan aspek internal dan eksternal.

Berikut, uraian ringkas mengenai nama-nama tokoh yang ada di dalam novel Aroma Karsa.

a. Tanaya Suma:
Jika dibedah, menurut Kamus Jawa Kuna-Indonesia (1995), Tanaya berasal dari Bahasa Sanskerta yang berarti anak (halaman 1198), sedangkan suma atau asuma memiliki pengertian kesal, putus asa, sedih, lesu, merana (1143). Namun, apabila kata suma diteruskan menjadi sumanasa artinya menjadi jenis cempaka.

b. Jati Wesi:

Jāti I (Skt kelahiran, bentuk eksistensi yang ditentukan oleh kelahiran; derajat, kasta, keluarga, bangsa; [...]) (halaman 416)
Jati II (Skt jāti, jati) bunga melati (Yasminum grandiflorum) (halaman 416)

Jati III pohon jati (halaman 417)
Jati IV (Skt leks) rambut terpilih (halaman 417)

Jatī V pertapa perempuan (halaman 417)

Wěsi: besi (1417)

c. Raras Prayagung:

Raras menunjuk baik emosi cinta, pengalaman keindahan, kesedihan maupun sifat objek yang membangkitkan.

Pesona, kecantikan, keindahan, daya pikat, kesayangan

Emosi cinta, rasa sakit karena cinta, rasa erotik, emosi yang ditimbulkan keindahan, emosi karena pesona (kagum) atau takut; sering dng hati

(halaman 925)


Usai membaca keseluruhan Aroma Karsa lalu membuka artikel ini, terlihat, kan, betapa nama tokoh berpengaruh terhadap aspek internal dan eksternal?

Referensi
Zoetmulder, P.J. dan S.O. Robson. 1995. Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Bagian I (A-O) dan Bagian 2 (P-Y). Penerjemah Darusuprapta, Sumarti Suprayitna. Jakarta:  PT Gramedia Pustaka Utama


Daftar Singkatan
1. Leks: Leksikografis
(Zoetmulder, P.J. dan S.O. Robson. 1995: xxxvi)
2. Skt: Sansekerta
(Zoetmulder, P.J. dan S.O. Robson. 1995: xxxvii)






Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.