Senin, 19 Oktober 2026

"Jemuran" Dinda



Wajan, sutil, talenan, gunting kecil warna hitam serta satu set kotak makan berkumpul di atas jemuran baju yang terbuat dari plastik. Semuanya berada di depan kamar, hari berhari lamanya. Itulah sebentuk kelakuan Dinda, yang belum ada enam bulan jadi tetangga kost-ku. 
 
Kelakuan Dinda sama ajaibnya dengan Myrn. Ada bagian dari Myrn dipunya Dinda. Bagi yang baru baca artikel ini dan penasaran dengan sosok Myrn, silakan scroll artikel terdahulu atau cek label "Cerita Kost". Ada bagian dari Dinda dipunya oleh Myrn. Klop! Kalau keduanya beraktivitas bersamaan, misalkan yang satu masak sementara satunya lagi mencuci pakaian, dijamin kost-an meriah penuh suara. 🤣🤣🤣🤣
 
Aku paham, sih, namanya alat masak dan makan yang habis digunakan, lebih baik ditiris lebih dulu sebelum diletakkan di rak penyimpanan di dalam kamar. Kalau langsung dibawa masuk ke dalam kamar, dalam kondisi basah, bisa-bisa bikin jamuran. Keterbatasan lahan memaksa anak kost berpikir kreatif. Jemuran baju diberdayakan sebagai tempat mengeringkan alat masak dan alat makan. Toh, fungsinya sama: untuk mengeringkan. 
 
Bisa dimengerti juga, pulang kantor paling nikmat ya mempertemukan punggung dengan kasur. Makan bisa nanti-nanti, yang penting rebahan dulu. Nikmat yang tak boleh dilewatkan setelah seharian lebih banyak duduk dan menyelesaikan pekerjaan. Tapi, rebahannya Dinda sampai melupakan "jemuran". Hari berganti, "jemuran" tak kunjung diangkat.
 
Barang-barang yang sudah bersih, kering, dan bisa digunakan kembali balik kotor. Tak perlu diteropong pakai mikroskop atau menyapukan tangan ke alat masak atau alat makan tersebut sebagai pembuktian ada tidaknya debu. Cukup dengan logika sederhana saja sudah bisa disimpulkan kalau alat makan dan masak itu kembali kotor. 
 
Bagaimana tidak kotor. Tempat Dinda menjemur, kan, di area selasar. Area selasar adalah ruang publik; tempat penghuni kost lainnya (termasuk aku) lalu lalang. Mbak Menuk, ART Ibu Kost juga nyapu tiap hari. Debunya beterbangan dan pasti ada yang nemplok di "jemuran"nya Dinda.[]