Fakta Menarik Aroma Karsa

Juli 16, 2020


Tidak ada satupun karya Dee Lestari yang tidak menarik! Setuju tidak? Mulai dari  Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh; Madre, Filosofi Kopi, Supernova-Episode: Akar, Perahu Kertas, hingga Aroma Karsa, masing-masing menarik dibaca hingga tandas di halaman paling akhir. Dan, masing-masing memiliki daya pikat otonom.

Daya pikat buah pena Dee Lestari, bagi saya pribadi, terletak pada cara Dee meracik cerita: detail dan mengalir! Pada Aroma Karsa, saya benar-benar teradDEEcted oleh pesona novel setebal 696 halaman ini. Sayang rasanya membiarkan 61 bab menganggur di sekitar tempat tidur.

Tradisi menulis Dee Lestari yang memperhatikan betul setiap inci teks, membuat pembaca teredukasi soal parfum, olfaktorium, anggrek, serta lontar. Aroma Karsa ibarat buku pintar yang menyajikan pengetahuan soal fine parfume, Grasse, Rose de Mai, museum parfum, tiga perusahaan parfum tertua di Prancis: Galimard, Fragonard, Molinard maupun senyawa kimia penyusun parfum dari kelompok ester: keton, lakton, alkohol, aldehida.

Dee Lestari bak menyajikan makanan kelas premium yang diperhatikan betul komposisi, bahan-bahan, racikan bahkan proses memasaknya sehingga jadilah masakan yang membawa pembaca pada kenikmatan hakiki.

Seorang kawan maya berujar lewat caption akun Instagram pribadinya bahwa membaca Aroma Karsa perlu saat yang tepat. Menunggu selo 'waktu luang', karena

takut tidak bisa berhenti
 
Demikian fakta menarik yang akan pembaca temui di dalam Aroma Karsa, yang sepanjang perjalanannya telah meraih rating 4.42 dari 533 reviewers Goodreads dan dijadikan objek kajian naskah akademik. Candu Aroma Karsa yang mendorong saya terutama untuk terus membolak balik recto verso, kembali ke recto, lalu verso, dan seterusnya. ***


Catatan Penulis:
* Tulisan ini merupakan petikan teks kritik sastra yang jadi materi lomba. Sayangnya, teks utuhnya belum berjodoh dengan panitia lomba.
* Penulis memposting ke blog supaya dapat dibaca oleh lebih banyak orang ketimbang tersimpan di dalam folder komputer.
* Penulis beranggapan, tiada ilmu yang mubazir. Jadi, kapanpun teks ini naik blog, tulisan tersebut tetap bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.