Selasa, 17 Maret 2026

Terima Kasih Telah Menemaniku, Naya



Nama aslinya, sih, Naya. Tanpa sepengetahuan dia, aku menyebutnya Mbak Kecil, karena Naya berbadan mungil. Dia menempati kamar kost paling ujung sebelah kanan kamarku; dekat kamar mandi. Dengan badannya yang mungil, Naya jadi seorang pekerja yang rajin.
 
Naya masih berangkat kerja di saat yang penghuni kost lainnya (minus aku tentu saja) sudah mudik. Pagi, dia "jalan" sekitar jam 7.00; pulang kerja biasanya jam 17.00. 'Ku yakin, saat ini, dia di fase menapaki jalan karirnya hingga kelak mencapai kesuksesan dan kemapanan finansial. 'Ku amini, ya, Naya...

Hari pertama Naya pindah ke kostan kami, aku seperti menyambutnya. Tidak sengaja sebetulnya, karena saat itu aku hendak pergi. Kulihat Naya datang seorang diri. Tak jelas dia naik apa untuk pindahan. Pastinya, kala itu, barang-barang perbekalan nge-kost dia sudah berkumpul di muka pagar, antre diangkut ke kamar lantai dua..
 
Bulan berganti.
 
Aku tak berhitung sudah berapa bulan kami hidup di bawah atap yang sama. 
 
Hari-hari mendekati Idulfitri 2026 kami berdua masih kerasan berada di kost-an. 
 
Berdua, kami jadi sisa-sisa anak kost ketika yang lainnya sudah kabur mudik duluan. Myrn mudik Jumat tanggal 13 Maret 2026 dengan kereta Senja Utama Solo dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Kalau Mbak Tila, sebelah kamarku persis, berangkat mudik pagi, tepat sehari sebelum Myrn.   
 
Tampaknya Naya masih bekerja. Dia bukan ASN seperti Myrn dan Mbak Tila. 
 
Mungkin Naya bakalan mudik mepet-mepet libur Nyepi dan Lebaran. Kuketahui, dia sudah beli baju di online shop. Sepatu Naya pun ada lagi yang baru. Sepatu mungil, warnanya dominan coklat, flat shoes. Di mataku, sepatu mungil itu terlihat lucu. Barangkali Naya pakai sepatu mungil itu buat percobaan biar ketika dipakai silaturahmi keluarga, sepatu itu tidak melukai kakinya.
 
Sudah sekian Idulfitri aku (memilih) tidak pulang kampung. Aku pasrah jadi penjaga kost-an. Biasanya terdengar suara Myrn gedubrak-gedubruk, selama libur panjang Idulfitri suara-suara (sesekali terdengar) mengagetkan untuk sementara waktu tak terdengar. Keramaian proyek pembangunan rumah tetangga sebelah pun sementara terhenti. 
 
Tapi yang menyedihkan adalah di pagi, usai Salat Ied, kudengar tetangga dan orang-orang di sekitar kost-an saling berkunjung dan bertukar maaf. Jangan ditanya perasaanku... 
 
Mbak Naya, Idulfitri jangan lupa pulang, ya... 
 

 

0 comments:

Posting Komentar