Rabu, 28 Januari 2026

Voucher Ketemu Jodohnya



Akhirnya si voucher belanja ketemu jodohnya... 
 
Voucher MAP (Mitra Adi Perkasa) kudapat dari giveaway yang diadakan oleh mal besar di Jakarta Pusat. Nilainya 100 ribu. Satu lembar saja. Masa berlaku sampai Desember 2025.  Aku merasa beruntung bisa memperoleh voucher MAP. Voucher MAP bisa dipakai untuk belanja macam-macam selagi tenant atau toko atau brand kerja sama dengan MAP.

Aku mendapat voucher itu udah lama. Benar-benar sudah lama. Supaya tidak rusak, voucher tetap kusimpan di dalam amplop bawaan ketika serah terima voucher dari Customer Service penyelenggara giveaway ke tangan pemenang giveaway. Amplop yang biasa untuk angpau.

Tiap kali ingat si voucher, aku berpikir, mau dipakai buat apa? Kalo sekadar belanja grocery kok sayang, karena begitu barangnya habis dikonsumsi, nggak tampak lagi wujudnya. Kayak yang auto ilang aja. Tapi, kalau bukan buat belanja grocery, buat beli apa? Bukan karena cuma punya selembar voucher, yang bikin aku bingung adalah aku merasa belum punya kebutuhan yang bikin aku menyerahkan voucher itu sebagai alat pembayaran. 

Voucher masih stay di dalam amplop. Hingga akhirnya, pertengahan 2025, aku teringat tanggal kedaluwarsanya. Khawatir malah nggak kepakai sama sekali dan berujung kecewa, aku mulai memikirkan kebutuhan. Cari-cari aja, kira-kira lagi butuh apa? Jadilah di pengujung 2025, voucher keluar dari amplop. Voucher itu dipakai di saat dan untuk kebutuhan yang tepat.
 
Berawal dari cerita adikku. Dia cerita kalau jilbabnya mendapat pujian dari rekan kerjanya. Rekan kerjanya bilang kalau bahan jilbabnya bagus. Rekan kerjanya pikir jilbab adikku harganya mahal. 
 
"Jilbab yang mana?" tanyaku.
 
"Jilbab yang kamu beliin..." jawabnya. 
 
Yang mana, ya? Aku lupa! 
 
*Aku berusaha mengingat*
*Adikku bantu ngasih clues
 
Ah, iyaaa, aku ingat! Tapi jilbab yang mana, jujur, aku sudah lupa. Benar-benar lupa. Daripada mengingat-ingat kebaikan diri sendiri, lebih baik lupa. Betul tidak? Ha-ha-ha.
 
Spontan aku berpikir, voucher-nya dipakai buat beli jilbab saja! Biar koleksi jilbab nyaman-nya adikku bertambah. Biar adikku enak kerjanya dengan jilbab yang bahannya nyaman. Biar adikku tambah semangat kerja kalau punya jilbab baru. Lalu, aku ingat kalau dulu belinya di Seibu, Grand Indonesia.
 
Ganti hari... 
 
Puas jajan dan liat-liat kemeriahan dunia Blok M, aku dan adikku meluncur ke Grand Indonesia naik MRT. Turun di Stasiun Bundaran HI, disambung jalan kaki. Hari sudah sore. Capai tidak terasa, karena aku punya teman jalan kaki. Kami banyak bercanda dan me-review apa-apa yang kami lihat sepanjang jalan.
 
Sampai di Grand Indonesia, aku mengajak adikku ke Seibu lebih dulu. Letaknya ada di West Mall. Seibu adalah nama department store di dalam gedung mal Grand Indonesia. Di dalam Seibu, kita bisa temukan aneka brand fashion, salah satunya brand jilbab yang jadi tujuan kami. Begitu melihat jilbab-jilbab digantung di hanger, adikku semangat pilih-pilih. 
 
Mbak SPG menyarankan adikku agar  mencoba jilbab pilihan di depan kaca yang tersedia. Tidak perlu ke fitting room; cukup jalan sekian langkah, masih di area display. Adikku mematut diri. Jilbab pilihan ditumpangkan di atas jilbab yang dipakainya. Dia minta saran dariku, soal cocok tidaknya. Kukatakan kalau warna jilbabnya cocok dengan warna kulitnya, terutama kulit wajah. Tak lupa kuingatkan, kalau beli jilbab, pertimbangkan warna pakaian yang dipunya supaya bisa padu padan.
 
Aku cek harganya, masih masuk budget meski tanpa diskon. Harganya sepadan dengan bahannya yang nyaman. Sesaat aku berpikir, bagaimana kalau beli satu lagi. Di kasir, aku bayar dua jilbab. Lumayan, ada voucher MAPVoucher MAP resmi ketemu jodohnya. 

Menyambut Lebaran 2026, aku berencana menghadiahi adikku jilbab lagi. Masih dari merk yang sama. Biasanya jelang Lebaran banyak brand rame-rame meluncurkan motif atau warna terbaru. Semoga rezeki Kakak mengalir lancar, ya. Kebahagiaan seorang Kakak itu sederhana: bisa belanjain adiknya dan menangkap ekspresi bahagia adiknya.[]
 

0 comments:

Posting Komentar